Tujuh Kunci Untuk mendapatkan Kebahagiaan

Hidup ini bukan terdampar, bukan  ketidak sengajaan tetapi melainkan  adalah  sudah diprogramkan Tuhan  untuk kita. Manusia itu mengalami beberapa fase kehidupan. Kehidupan di alam roh, kehidupan di alam rahim, kehidupan di alam dunia,dan  kehidupan di alam akhirat . Yang mau kita bicarakan hanyalah kehidupan alam dunia.

Kehidupan dunia yang penuh singkat, tidak semua orang bisa menikmatinya, orang yang dalam hidupnya selalu dunia oriented terus mencari harta, mengejar  harta  dan menumpuk harta untuk bisa merasakan nikmatnya hidup dunia. Seorang yang fakir dengan seorang yang kaya tentu merasakan dan menyikapi tentang kehidupan ini sangat berbeda, fasilitas kehidupan yang dimiliki setiap orang  membuat sikap rasa tentang hidup ini  berbeda. Karena  merasakan lezatnya hidup ini bagi si kaya mati adalah menjadi ketakutan, tetapi bagi si fakir karena merasakan hidup ini getir, pahit dan berat, maka mati baginya adalah sangat dirindukan. Bagi si kaya kalau bisa mati entar dulu, dan bagi si fakir mati adalah siap untuk hari ini.

Kaya bukanlah tujuan kehidupan dan miskin bukanlah pula momok kehidupan, jika kita mengerti tentang hakikat dari sebuah kehidupan, hidup ini terasa lezat dan nikmat, seperti naik kuda pusing dimanapun posisi tetap sama saja enaknya.  Untuk mengetahui tentang hakikat kehidupan kita harus tahu dulu untuk apa kita dilahirkan dalam kehidupan. Aku  dihadirkan dimuka bumi ini ( dalam kehidupan) adalah untuk merubah akhlak manusia ( Hadist Nabi),tidak KU jadikan jin dan  manusia kecuali untuk mengabdi kepada KU.

Ahlak manusia ini ada yang baik dan ada yang buruk, rosul ingin merubah akhlak manusia dari yang akhlaknya buruk menjadi baik, ketika ahklaknya berubah menjadi baik, maka dipastikan hidupnya bahagia, karena orang baik semua orang senag dan suka padanya. Hidup hanya mencari harta tanpa memperdulikan kehidupan akhirat termasuk dalam akhlak  yang buruk. Keseimbangan antara mempersiapkan kehidupan dunia wal akhirat adalah termasuk akhlak yang baik. Untuk menjaga keseimbangan  dunia dan wal akhirat tidalahk semua orang bisa melakukannya.

Untuk menaiki pesawat terbang dalam bepergian harus ada tiket, jika tiket tidak ada tentu kita akan tertolak untuk bisa naik pesawat, tetapi begitu juga bila tiket kita miliki, siapa saja petugasnya pun tidak dapat menolak kita untuk ikut, apakah orang kaya, orang miskin, tampan, atau buruk, atau apakah yang berpendidikan tinggi atau tidak bersekolah, kalau ada tiket tidak ada satupun yang bisa menolak, melarangnya untuk naik pesawat tersebut. Begitu juga dengan kebahagian hidup, jika tiketnya atau kuncinya sudah dimiliki pasti hidupnya bahagia. Apa kunci kebahagiaan dalam hidup ini.

Kunci untuk mendapatkan kebahagiaan .

  1. Melaksanakan sholat dzikir dan ketentuan syariat islam
  2. Bersyukur, bersuka cita dan tidak mengeluh
  3. Optimis dan tidak mengatakan tidak mungkin, tidak bisa dan tidak mau
  4. Mengedepankan kerendahan hati, apa adanya tidak jaim dan tidak meremehkan orang lain
  5. Berpikir positip , berperasangka baik dan tidak bergunjing
  6. Berempati dan memberikan solusi, bukan mencela atau mengkeritik
  7. Patuh kepada pemimpin dan mentaati peraturan

Jika kita dapat melaksanakan tujuh kunci diatas, maka kita termasuk orang yang baik, ber iman dan bertaqwa.

Betapa indahnya hidup ini ketika kita bisa sholat, berdzikir dan semua ketentuan syariat tidak kita langgar dan kita kerjakan, sementara orang lain masih banyak yang belum bisa melakukannya, ini juga merupakan rahmat Allah Swt.  Banyak kita selama ini yang hanya memberi makan  perut sejengkal ini, sementara makan batin, atau rohani  juga perlu mendapat asupan giji yang baik. Ahklak yang baik bagian daripada kebutuhan bathin ( rohani), dapatkah kita bayangkan jika akhlak kita buruk, tentu akan membuat gundahnya batin kita.

Orang yang dalam kebahagiaan,  tentu senantiasa selalu bersyukur dalam kondisi bagaimanapun, penuh dengan suka cita, semua orang suka bergaul, berteman dengannya, tidak berkeluh kesah atau mengeluh, air muka selalu tersenyum, optimis dalam rencana-rencana yang dibuatnya, ada pekerjaan seberat apapun, tidak ada yang tidak mungkin, semua bisa kita kerjakan, walaupun dalam keadaan letih tetap tidak pernak menolak untuk tugas-tugas yang diberikan kepadanya.

Orang yang penuh dalam  kebahagiaan, memiliki sifat kerendahan hati,jika ditanya tentang keberadaannya dia berterus terang apa adanya, tidak jaim kepada siapa saja dan tidak menganggap remeh kepada orang lain, walaupun dia tahu bahwa lawan bicaranya tidak berpendidikan, atau strata hidupnya masih dibawahnya, namun dia tetap menghargai dan menghormatinya. Dia sangat mengerti jika sifat buruk seperti negative tinking dan bergunjing adalah awal sumber kehancuran manusia, oleh karena itu jika kita ingin bahagia , kita harus berpikir positip, berpera sangka baik dan tidak bergunjing, apalagi menggunjingkan sedekah yang baru kita keluarkan.

Ciri-ciri orang yang meraih kebahagiaan dalam hidup, memiliki empati, kepedulian sosialnya tinggi, jika dia berada dalam satu forum pertemuan, dia lebih dominan memberikan solusi, walaupun pendapat-pendapat orang masih ada yang belum sinkron dengannya tetapi dia tidak mencela apalagi mengkeritiknya. Karena orang yang bahagia adalah rendah hati, tentu dia patuh kepada pemimpin dan peraturan merupakan petunjuk dalam bekerja.

Kesimpulan : tidak ada kamus tidak mendapatkan kebahagiaan dalam hidup, apabila ketujuh kunci kebahagiaan itu selalu menjadi pedoman, acuan dalam melaksanakan aktivitasnya sehari-hari dikantor, dirumah tangga dan dimanapun kita berada, kebahagiaan itu selalu mendampingi kita. Karena orang yang berhak mendapatkan syurga adalah orang yang telah menemukan kebahagiaan dalam kehidupannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *