Ragam Modus Kejahatan Dapatkah Di Hukum

Biarkan beribu-ribu orang yang melakukan kejahatan  berkeliaran diluar tahanan , asalkan jangan satu orangpun yang tidak bersalah di hukum. Ini adalah motto para penegak hukum  khususnya penasehat hukum  dalam bekerja untuk menegakkan keadilan.

Kejahatan adalah suatu perbuatan melawan hukum atau bertentangan dengan hukum ,oleh  karena itu perbuatan kejahatan diancam dengan hukuman.  Orang yang melakukan kejahatan itu ada karena adanya  niat dan ada  karena keadaan waktu kesempatan, tetapi yang kuat sekali mendorong  perbuatan kejahatan itu dilakukan  adalah niat seseorang. Terkadang kita pernah melihat sesuatu benda berharga terletak di jalan umum, tetapi karena tidak ada niat, benda itu tidak diambil, sementara ada orang yang karena punya niat jahat, jadi ketika  melihat benda yang terletak  itu langsung diambil.

Seorang pencuri  masuk kerumah orang pada malam hari berniat mengambil barang-barang sipemilik rumah tanpa hak itu namanya  mencuri. Tetapi jika kita dititipi suatu barang oleh seseorang, lalu barang itu jika kita ambil namanya bukan mencuri  melainkan penggelapan. Kalau mencuri barang itu berpindah kepada kita   atas niat kesengajaan kita, sedangkan kalau penggelapan barang itu berpindah kepada  kita atas niat atau kesengajaan orang lain.

Mungkin kita pernah membaca salah satu kisah Sunan di zamannya yang pada malam hari mengambil harta orang-orang yang kaya tang tak mau mengeluarkan zakat,  lalu harta itu dibagikan untuk para kaum fakir miskin. Tetapi kalau kisah sunan itu kita yang mengulangi kembali  di zaman modern ini tentulah kita akan dijerat oleh pasal 365 KUHP.

Yang kita herankan sekarang ini, ada perbuatan yang jelas-jelasnya mencuri barang orang lain, lalu hasil curiannya dibagi-bagikan ke aparat, pimpinan daerah setempat, tetapi pencurinya  jangankan ditangkap atau ditahan, malah di hormati dan disegani, menurutnya dia terpaksa melakukan perbuatan itu demi untuk menjaga hubungan baik  dengan para aparatur daerah setempat dan sampai sekarang kejahatan ini masih terus berlangsung, yang lucunya lagi pihak pengelola perkebunan itupun bermain mata dengan pihak pencuri ini.

Di Perusahaan Perkebunan di Sumatra demi untuk mengexpansi luas perkebunannya , tanah rakyatpun di rampas oleh perusahaan itu, rakyat protes mengclaim, menggugat sampai sekarang perusahaan itu tenang-tenang saja justru bertambah besar. Lain halnya perkebunan di Kalimantan, berkedok koprasi , menawarkan tanah rakyat untuk dibuat perkebunan sawit yang bekerja sama dengan bapak angkat PT.Perkebunan Sawit, jika sipembeli lahan transaksi  diperkirakan 5 tahun si pembeli lahan akan memperoleh uang hasil lahannya yang dijadikan perkebunan, namun sudah 10 tahun lebih usia transaksi itu pemilik lahan belum ada menerima uang sepeserpun, jika lahan itu ingin kita jual kembali sangat sulit penjualannya.

Baru-baru ini kita dihebohkan dengan modus penggandaan uang, investasi uang, dalam jangka waktu tertentu uang bisa diperoleh berlipat ganda, tetapi kenyataannya yang didapat adalah uang palsu, investasi palsu.

Puluhan hektar  tanah dijual, si pembeli menawarkan uang panjar dulu kepada pemilik tanah dengan  kesepakatan dalam jangka waktu yang disepakati harga tanah akan dilunasi, harga sudah damai, uang panjar diterima oleh si pemilik tanah dengan bukti kwitansi, namun dalam jangka waktu yang telah ditentukan uang untuk perlunasan sudah bertahun-tahun tak kunjung datang, dikwatirkan tanah sudah beralih kepada si pembeli dan ini  pernah terjadi, kejahatan penipuan semacam   ini  banyak terjadi di kota besar seperti Jabodetabek.

Kenapa kejahatan seperti diceritakan diatas sulit untuk ditangkap dan  diperoses menurut hukum, terkesan dibiarkan , apakah  karena pelaku-pelakunya punya mata rantai dengan pejabat atau pemimpin di negri ini. Pada umumnya kejahatan kelas kakap itu lebih banyak merugikan negara dan rakyat kecil, sedangkan kejahatan kelas ayam, hanya rakyat kecil saja yang banyak dirugikan. Sampai saat ini kejahatan kelas kakap masih ada yang  belum tersentuh oleh hukum, sementara kejahatan kelas ayam lebih banyak masuk dalam rumah tahanan Negara, sehingga rutan-rutan yang ada di negri ini sudah tidak dapat menampung lagi penghuni baru, yang sekarang saja sudah over capacity.

Kesimpulan :  bahwa dengan perkembangan kemajuan saat ini, tingkat ragam modus kejahatanpun semakin tinggi, ada kejahatan jika ditangkap tidak mempengaruhi kondisi politik dan ekonomi secara mikro, tetapi ada kejahatan jika ditangkap justru mempengaruhi kondisi politik maupun ekonomi  nasional, pertimbangan-pertimbagan seperti ini membuat lambatnya suprimasi hukum berjalan.

Penegak Hukum itu diangkat karena untuk menegakkan hukum yang belum tegak, janganlah hanya menangkap penjahat kelas ayam, sementara penjahat kelas kakap dibiarkan bebas berenang dilautan luas.

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *