Perlunya Penasehat Hukum Dalam Dunia Pradilan

Walaupun Dunia ini akan runtuh, Keadilan harus tetap ditegakkan, sebuah semboyan perjuangan di kalangan pejuang keadilan yang telah menjadi landasan  pengabdian didalam peradilan. Setiap orang punya kedudukan sama  dimata  hukum , tidak ada pilih kasih, tidak ada berat sebelah dan harus adil dalam memutuskan suatu perkara. Demikian hukum meminta kepada semua pihak aparat penegak hukum mulai kepolisian, jaksa, penasehat hukum maupun hakim itu sendiri.

Kepolisian dalam melakukan penyelidikan ataupun penyidikan apakah benar-benar sesuai dengan ketentuan Kuhap, bagaimana dengan  hak-hak tersangka, begitu juga dengan Jaksa sebagai Penuntut Umum, apakah yang didakwakannya mudah dimengerti difahami oleh tersangka. Putusan-putusan yang dijatuhkan kepadanya  apakah adil, atau terbukti secara meyakinkan.

Disinilah peran seorang Penasehat Hukum itu diperlukan, untuk menilai ketidak adilan, untuk melihat apakah aparat penegak hukum lainnya sudah benar-benar menjalankan tugas sesuai dengan ketentuan hukum acara yang berlaku, sehingga sitersangka tidak dirugikan. Kalau seandainya siterdakwa  memang benar-banar bersalah maka berikanlah putusan yang seadil-adilnya dengan mempertimbangkan segala kemungkinan yang meringankannya.

Penasehat Hukum dimata orang awam.

Masih banyak orang awam menilai penasehat hukum/pengacara karena menerima honorarium atau jasa preofesinya dianggap selalu membela yang salah, kenapa yang jahat harus dibela? Begitulah pertanyaan yang selalu dilontarkan oleh orang awam, tidak jarang rumah penasehat hukum/pengacara selalu menjadi amukan  lawan kliennya, pernah terjadi keluarganya juga jadi sasaran amukan, teror, fitnah bahkan ada yang lebih serius lagi. Orang awam sangat minim sekali pengetahuannya tentang profesi seorang penasehat hukum/pengacara. Penasehat Hukum itu bekerja berdasarkan Undang-undang, oleh karena itu sangat perlu masyarakat umum/awam dapat mengenal profesi penasehat hukum

Undang-undang Advocad.

Penasehat Hukum Menurut Undang-undang No.13 Tahun 2004 Di fasal 1” menyebutkan yang dimaksud Advocad adalah orang yang berprofesi memberi Jasa Hukum, baik dalam maupun diluar Pengadilan yang memenuhi persyaratan berdasarkan ketentuan Undang-undang ini.

Tugas dari Penasehat Hukum adalah memberikan Bantuan Hukum kepada setiap orang yang ingin mencari keadilan. Bantuan Hukum ini ada dua (2) pengertian yaitu dalam arti Legal Asistence dan Legal Aid  sebelum perkara  itu sampai ke Pengadilan.

  • Legal Asistence adalah Bantuan Hukum yang diberikan oleh Penasehat Hukum (Advocad , Pengacara) kepada seseorang tersangka/terdakwa atau kepada suatu pihak dalam suatu perkara dengan menerima honorarium.
  • Legal Aid adalah Bantuan Hukum (Advocad, Pengacara) kepada seseorang tersangka/terdakwa atau kepada sesuatu pihak yan tidak mampu dari segi ekonomi dalam suatu perkara dengan tidak menerima  honorarium (prodeo/Cuma-Cuma).

Tujuan Bantuan Hukum itu dilakukan adalah merupakan bagian dari Peranan Penasehat Hukum menurut Undang-undang juga merupakan aparat penegak hukum dalam  untuk mencari kebenaran materil dalam suatu peristiwa hukum yang sedang di perkarakan. Karena sudah merupakan perinsip dalam Hukum Pidana, bahwa suatu perkara pidana maka kebenaran yang dikehendaki adalah kebenaran materil  dan objektif.

Berarti bahwa penanganan masalah individu yang melakukan tindak pidana tidak hanya ditinjau dari sudut yuridis saja, tetapi perlu juga ditinjau dengan memperhatikan segi-segi social  ekonomi, physikologisnya dan pendidikannya yang bisa dijadikan suatu pertimbangan hukum untuk mencari benang merah terhadap suatu peristiwa hukum yang  sedang diperkarakan.

Menurut R.Soesilo” seseorang yang sedang berperkara, jika berhadapan dengan kepolisian, dengan jaksa ataupun dengan hakim tentu tidak seimbang,terdakwa merasa kecil, terhadap tuduhan atau dakwaan yang telah disusun oleh jaksa, ditambah dengan pikiran yang gelisah dan kacau dalam menghadap perkara, oleh karena itu dirasa amat perlu adanya seorang pembela, pengacara/penasehat hukum untuk membela kepentingan terdakwa.

Banyak kejadian kasus orang pintar, pejabat bahkan ada yang ahli dibidangnya dalam bidang hukum, jika  tersandung masalah hukum masih perlu membutuhkan seorang penasehat hukum untuk mendampinginya dalam  berperkara. Apalagi seorang awam yang tidak mengerti  seluk beluk hukum ketika dalam pemeriksaan awal di penyidik  apabila tidak didampingi oleh penasehat hukum, tentu merasa ketakutan, bisa saja apa yang dituduhkan ditolaknya, dan bisa juga diterima, pada hal  bersalah tidaknya seseorang itu menurut undang-undang setelah adanya putusan hakim yang mempunyai kekuatan hukum yang tetap, polisi dan jaksa hanya sebatas membuktikan atas tuduhan yang disangkakan kepadanya.

Hakim merasa puas jika menjatuhkan putusannya kepada terdakwa apabila pembelaan sepenuhnya telah diberikan sebelum putusan itu dijatuhkan, ada rasa keseimbangan dalam pelayan hukum, dimana terdakwa sebelumnya telah mendengarkan tuntutan jaksa, lalu mendengarkan pula bagaimana pembelaan oleh penasehat hukum diberikan kepadanya. Jangan sampai peradilan itu menghukum orang yang tidak bersalah , kalaupun memang harus dihukum, maka dihukumlah dengan segala pertimbangan yang telah disampaikan.

Kehadiran Penasehat Hukum dalam dunia Peradilan memang sangat dibutuhkan, karena penasehat hukum sebagai aparat penegak hukum, untuk bersama-sama dengan aparat penegak hukum lainnya untuk menjaga dan menjunjung tinggi ketentuan hukum,   hukum itu  dilaksanakan tidak semena-mena,harus  sesuai dengan koridor hukum, dan ini ciri-ciri Negara sebagai Negara Hukum.

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *