Percobaan Melakukan Kejahatan Dapatkah Di kenakan Hukuman?.

Apabila orang berniat akan berbuat kejahatan dan ia telah memulai melakukan kejahatan itu, akan tetapi timbul rasa menyesal dan lalu mengurungkan perbuatan nya, sehingga kejahatan tidak jadi sampai selesai, maka ia tidak dapat dihukum atas perbuatan kejahatan itu, oleh karena tidak jadi selesai kejahatan itu atas kemauannya sendiri.

Jika tidak jadi selesai  kejahatan itu disebabkan orang lain  karena misalnya keperogok oleh aparat kepolisian yang sedang patrol, maka ia dapat dihukum,itupun harus sudah dimulai perbuatan itu, karena gagalnya kejahatan itu bukan atas kehendaknya.  Oleh karena itu percobaan yang bagaimanakah  yang tidak dapat dihukum.

Menurut  pengertian umum yang biasa difahami tentang percobaan yaitu menuju kesesuatu hal, akan tetapi tidak sampai pada hal yang dituju itu, ingin melakukan perbuatan sesuatu sudah dimulai , akan tetapi tidak selesai, misalnya ingin membunuh orang perbuatan sudah dilakukan tetapi orang itu tidak mati, tidak mati mungkin ada ilmu kebalnya atau alat pembunuhnya  tumpul,  menurut Undang-undang ini bisa dihukum, tetapi lain halnya merencanakan membunuh orang, ketika hendak dibunuh tetapi orangnya sudah mati duluan ,   Contoh lain, ada rencanakan mencuri , rumah sudah dimasuki, barang-barang belum sempat dicuri, karena keperogok ketahuan sama pemilik rumah.  Dari contoh tersebut terdapat bahwa didalam hukum ada  percobaan yang tidak dapat dihukum dan ada percobaan yang  dapat dihukum.

Percobaan Yang Tidak Dapat Hukum.                                                                                                                               Walaupun perbuatan itu sudah direncanakan, tetapi perbuatan itu tidak sampai dilaksanakan. Misalnya ia ingin melakukan pencurian sepeda motor di halaman parkir swalayan , ketika ia mencoba mendekati sepeda motor tersebut  terus ditangkap Polisi, andai kata jika ia diproses verbal mengaku terus terang  ingin mencuri sepeda motor tersebut, namun ia tetap tidak dapat dihukum atas percobaan pencurian itu, karena disini perbuatan mencuri sepeda motor tersebut belum mulai, perbuatan mendekati sepeda motor itu dianggap sebagai perbuatan persiapan saja, kecuali pencuri tersebut sudah memegang sepeda motor, maka dalam hal ini perbuatan pelaksanaan pencurian itu dipandang sudah dimulai, apalagi setelah ditangkap yang bersangkutan mengaku pula,  percobaannya sudah dapat dihukum.

Apalagi kalau sepeda motor itu dipegang, ditarik sudah berpindah dari tempatnya semula, maka percobaan ini sudah sempurna, bukan lagi percobaan pencurian, sudah masuk perbuatan pencurian, dengan pasal yang berbeda. Percobaan yang tidak dapat dihukum adalah suatu yang perbuatan percobaan tidak memenuhi unsur-unsur perbuatan  sebagaimana yang dimaksudkan oleh undang-udang.

Percobaan Yang Dapat Di Hukum.                                                                                                                                        Pasal 53 KUHP (1).  Percobaan untuk melakukan kejahatan terancam hukuman, bila maksud sipembuat sudah nyata dimulainya perbuatan itu dan perbuatan itu tidak jadi sampai selesai hanyalah lantaran hal yang tidak tergantung dari kdmauannya sendiri.

Pada umumnya  dapat dikatakan , bahwa perbuatan itu sudah boleh dikatakan perbuatan pelaksanann apabila orang telah melakukan suatu anasir dan elemen dar peristiwa pidana, dalam perbuatan percobaan unsur atau elemen yang harus dipenuhi adalah sebagai berikut :

  1. Niat sudah ada untuk berbuat kejahatan itu
  2. Kejahatan itu sudh dimulai
  3. Perbuatan kejahatan itu tidak sampai selesai , oleh karena terhalang oleh sebab-sebab yang timbul dikejudian, tidak terletak dalam kemauan sipembuat penjahat itu sendiri, diluar kehendaknya.

Perbuatan percobaan  kejahatan sudah dilaksanakan, tetapi tidak sampai selesai karena adanya factor dari luar kehendak sipembuat karena  terhalang dari orang lain.

Orang melakukan melakukan kejahatan itu tidak dapat selesai tentu ada sebab-sebabnya, biasanya sebab-sebabnya antara lain ada emapat macam antara lain :

  1. Alat yang dipakai melakukan tidak sempurna sama sekali (absoluut ondeugdelijk meddel), miasalnya : orang akan mmebunuh orang lain dengan racun, keliru dengan gula atau menggunakan pistol tetapi tidak ada pelurunya sehingga orang itu tidak mati.
  2. Alat yang dipakai untuk melakukan percobaan kurang sempurna (relative ondeuglijk middle) misalnya: orang yang akan dibunuh dengan racun tetapi dosis racun untuk membunuhnya kurang keras sehingga orang itu tidak mati.
  3. Objek yang dituju tidak sempurna  sama   sekali(absolute aondeugdelijk objeck) misalnya : orang akan mencuri uang ternyata kosong , orang akan membunuh orang lain yang disangka sedang tidur dengan mengggunakan senjata api, tetapi ternyata orang itu sudah mati duluan ditembak oleh oran lain.
  4. Objek yang dituju kurang sempurnaper (relative ondeugdelijk objek) misalnya : orang akan membunuh orang lain dengan racun yanh cukup keras dosisnya, karena orang itu mempunyai kekuatan tubuhnya yang luar biasa ia tidak mati.

Apakah cobaan-percobaan tersebut diatas apakah dapat dihukum? Menurut para ahli hukun   teori percobaan yang subjektif semuanya dapat dihukum, teori ini memandang cukup dihukum, jika dari perbuatan percobaan orang yang berbuat kejahatan itu niat jahatnya telah nyata terlihat. teori subjektif no. 2 dan 4 saja, sedangkan no.1 dan 3 tidak dihukum, karena niat jahatnya dianggap belum cukup.  (sebagian sumber KUHP R.Soesilo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *