PERBUATAN FITNAH DITINJAU DARI 2 (DUA) ASPEK HUKUM

Fitnah itu lebih Kejam  dari pembunuhan ( walaupun ini bahasa Qur’;an), istilah ini sering dipakai oleh seseorang apa bila dirinya difitnah. Fitnah itu bisa saja terjadi kepada diri kita, tanpa terkecuali, tidak mesti penguasa, pejabat bahkan dikehidupan rakyat kecil  fitnah ini masih hidup subur. Dalam Dunia politik kekuasaan fitnah ini dijadikan sarana untuk menyerang lawan politiknya, dengan tujuan lawan politiknya itu turun dari kekuasaan atau mundur dari jabatannya. Apalagi dalam musim Pilpres, Pilkada, fitnah ini bergulir terus, media massa, dunia maya, merupakan tempat yang laris untuk menuding lawan-lawan politik.

Akhir-akhir ini fitnah bagian dari kabar bohong  sudah kerap sekali kita dengar, karena kabar itu terus menerus bergulir , dibicarakan dimana tempat sehingga hampir pasti  kebenaran berita itu pada hal berita itu bohong atau fitnah.

Dalam pengertian Umum Fitnah itu berita bohong,berita gak benar penuh rekayasa, sehingga orang yang dijadikan objek fitnah itu sangat terzolimi, tersakiti hatinya dan  bukan tidak ada orang yang diserang fitnah lalu sakit, setress bahkan ada yang mati.

Dapatkah kita membayangkan kalau fitnah, kabar bohong ini menjadi gaya komunikasi trend dan tumbuh subur ditengah kehidupan masyarakat?  Apakah mungkin rasa aman, nyaman dan damai bisa tumbuh ditengah kehidupan masyarakat yang suka memfitnah, berkata bohong? Oleh karena itu diperlukan hukum untuk menjamin bahwa setiap orang bisa hidup aman, nyaman dan damai dan bebas dari keonaran yang ditimbulkan dari fitnah atau  berkata bohong tersebut.

Bagaimana pandangan Hukum Pidana dan Hukum Islam terhadah perbuatan memfitnah orang lain?

Dalam Hukum Pidana.                                                                                                                                                

Pasal 171 KUHP (dicabut diganti dengan Pasal XIV UU No.1 Thn 1946 ).” Barang siapa dengan menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong dengan sengaja menerbitkan keonaran dikalangan rakyat, dihukum dengan hukuman penjara selama-lamanya sepuluh tahun.

Ayat 2. Barang siapa menyiarkan suatu berita atau mengeluarkan pemberitahuan, yang dapat menerbitkan keonaran dikalangan rakyat,sedangkan dia patut dapat menyangka bahwa atau pemberitahuan itu adalah bohong, dihukum dengan hukuman penjara selama-lamanya tiga tahun. (Pasal XV UU No.1 Thn 1946)” Barang siapa nyang menyiarkan kabar yang tidak pasti atau atau kabar yang berkelebihan  atau yang tidak lengkap, sedangkan dia mengerti setidak-tidaknya patut dapat menduga bahwa kabar demikian atau mudah menerbitkan keonaran dikalangan rakyat dihukum dengan hukuman penjara selama-lamanya dua tahun.

Namun  sangat disayangkan kenapa hukum itu tidak hadir ketika berita bohong, saling memfitnah bahkan sudah menimbulkan keresahan dan keonaran dimainkan oleh lawan-lawan Politik pada saat Pilgub DKI berlangsung di Thn 2017. Kenapa hilang begitu saja, kenapa berita-berita itu dikemas oleh seseorang tidak bisa dicari  sumbernya? Pada hal unsur-unsur berkata bohong sebagaimana yang dimaksudkan oleh pasal tersebut sudah terpenuhi misalnya : ada kesengajaan, beritanya bohong, berakibat keonaran dan  keresahan.

Berkata bohong atau fitnah adalah suautu kejahatan moral yang dapat merusak, mengganggu kenyamanan hidup pribadi, keluarga maupun masyarakat. jelas sekali bagaimana ancaman yang akan diberikan oleh Undang-undang kepada siapa saja yang menyampaikan kabar berita bohong /fitnah,yang dapat  menimbulkan keresahan atau keonaran.

Pandangan Islam melihat orang yang memfitnah atau berkata bohong adalah sebagai berikut

Islam memandang bahwa Fitnah merupakan suatu kebohongan besar yang sangat merugikan dan termasuk dalam dosa besar, oleh karenanya Islam melarang umatnya memfitnah atau bekata bohong sebab fitnah adalah Haram. Dalam Q,S Asy Syuras :221-223 Allah Swt berfirman” Maukah Aku yang   yang kepadamu syaitan-syaitan itu selalu turun? Mereka selalu turun kepada tiap-tiap pendusta yang berdosa yang mendengar sunguh-sunguh (apa yang disampaikan oleh syaitan-syaitan itu) sedangkan  kebanyakan beritanya adalah dusta. Dalam Q.S Al Baqarah 217 “Fitnah itu besar (dahsyat) dari melakukan pembunuhan.

Rasulullah Saw bersabda” tidak akan  masuk syurga orang suka menebar fitnah ( hadist riawayat Hudzaifah Ra). Fitnah ini beritanya dari mulut ke mulut, dari telinga ke telinga, berita tanpa fakta dan bukti, bagi sipembawa berita fitnah itu baginya  biasa saja,sepele, pada hal dimata Allah adalah sangat besar sekali.

Fitnah atau berkata bohong ini memberikan dampak buruk ditengah kehidupan masyarakat, diantaranya adalah :

  1. Menimbulkan keresahan di keluarga atau di lingkungan masyarakat.
  2. Menimnbulkan kesengsaraan atau penderitaan lahir dan bathin.
  3. Memutuskan persahabatan dan silaturahmi
  4. Menimbulkan gejolak emosional
  5. Dapat mencelakai orang lain
  6. Merugikan orang lain dan bisa juga diri sendiri
  7. Salah satu ciri-ciri tanda orang munafik
  8. Jatuhnya harkat martabat yang di fitnah.
  9. Diharamkan masuk syurga

Fitnah adalah sifat paling buruk, dari sekian banyak sifat buruk, peperangan saudara saat ini terjadi dibelahan dunia,  yang menghancurkan suku, budaya bahkan sejarah bangsa ,awalnya bersumber dari Fitnah. Oleh karena itu Agama dan Hukum Positip yang berlaku mengancam hukuman bagi sipembuat fitnah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *