Pemanfaatan Indera keenam dalam dunia pradilan

Indera keenam biasanya lebih banyak dibicarakan orang dalam dunia kebatinan,melihat mahluk-mahluk halus apakah jin, syetan dan sebagainya, orang yang memiliki kemampuan indra keenam  membatasi dalam  penggunaannya atau pemanfaatan dalam kehidupan masyarakat.

Tetapi sekali ini kita menawarkan kepada  dunia pradilan untuk dapat dan mampu menggunakan indra keenam dalam dunia pradilan kita.

Dalam prakteknya banyak  orang yang punya kemampuan indra keenam dipakai jasanya oleh aparat kepolisian. Dalam kasus-kasus pencurian, penculikan, pembunuhan yang pada dasarnya kejahatan yang tidak tertangkap tangan atau bukti-bukti kejahatan yan dilakukan tidak cukup dan sampai saat ini aparat kepolisian didaerah tertentu dapat bekerjasama dengan orang yang punya kemampuan indra keenam ini.

Indra  keeanam adalah suatu kemampuan penggunaan indra  bathin untuk melihat dan menangkap hal-hal yang tidak dapat dilihat dan ditangkap dan dirasa  oleh panca indra. Indra keenam ini bekerja untuk melihat sesuatu dibalik sesuatu, dimana dengan mata telanjang objek itu tidak dapat dilihat.

Azas praduga tidak bersalah yang dianut dalam system pradilan kita, menunjukkan secara inplisit bahwa polisi menangkap, jaksa menuntut apa yang ia lakukan dimata hukum adalah belum tentu benar, kebenaran semu, yang harus diuji lagi dipersidangan dengan bukti-bukti yang  meyakinkan. Bukan tidak banyak kasus kejahatan yang bukti-bukti tidak cukup, kasusnya tidak berlanjut ke Pengadilan, kasusnya hilang begitu saja dan begitu juga bukan tidak banyak dakwaan yang diajukan oleh jaksa dipersidangan yang menurut penilaian para hakim bukti-bukti yang diajukan tidak cukup bukti, tidak meyakinkan, lalu hakim memberikan putusan bebas.

Kejahatan ada tetapi pelaku tidak dapat tangkap, atau disidangkan atau tidak dapat dihukum, apakah kita tidak dapat membayangkan kerugian korban atas kejahatan itu, atau pelaku kejahatan itu gentayangan di tengah kehidupan masyarakat yang mungkin saja akan mengambil korban lain berikutnya.

Hukum yang benar harus didukung dengan aparatur hukum yang benar, kalau hakim yang  benar tentu akan menghasilkan putusan  yang benar dan berkeadilan.

Bagaimana pula untuk menghasilkan putusan yang benar  dan ber keadilan.

1. Kepolisian harus  benar,

2. Jaksa harus benar

3. Penasehat Hukum harus benar

4. Hakim harus  benar.

Maksud benar disini adalah semua pihak yang terlibat dalam proses peradilan  mulai dari kepolisian, jaksa, penasehat hukum ataupun hakim benar-benar berjalan sesuai dengan ketentuan undang-undang yang berlaku tanpa memiliki kepentingan pribadi,  kecuali kepentingan hukum dan keadilan.

Jika hasil kerja kepolisian dinilai jaksa benar, dan hasil kerja kejaksaan dinilai oleh kepolisian juga benar semua menjalankan sesuai maksud undang-undang, tentu penasehat hukum pun tidak punya celah untuk menyatakan ketidak benaran, sehingga hakim dengan mudah membuat putusan-purtusan yang benar dan berkeadilan.

Bisakah kebenaran berkeadilan itu dapat diwujudkan dalam prdilan kita.

Penggunaan Indra KeenamJika hatimu tidak dikelilingi oleh syaitan, maka engkau akan mampu melihat kerajaan dilangit. (hadist)

Kerajaandi Langit adalah sesuatu yang ghaib, dia tidak akan dapat dilihat oleh mata telanjang, kerajaan dilangit dapat dilihat oleh mata hati (indra keenam) apabila hati itu tidak dikelilingi oleh syetan, disini adalah syetan sebagai penghalangnya untuk melihat kerajaan di langit itu. Kerajaan diLangit identik sama dengan Kebenaran, selagi dihati orang itu masih ada syetan tentu sulitlah dia dapat menegakkan kebenaran itu.

Dapatkah kita bayangkan jika seorang Polisi, Jaksa, Penasehat Hukum bahkan Hakim jika di hatinya masih ada syetan (identik dengan kekotoran) manalah mungkin Hukum dan keadilan itu bisa ditegakkan di pradilan kita. Kekotoran identik dengan kepentingan pribadi, jabatan, pangkat atau wang, bagaimana bisa didapat hasil pradilan yang benar dan berkeadilan, betapa besar ruginya Negri ini untuk membayar orang-orang yang tidak mungkin bisa menegakkan hukum dan keadilan . Jika orang-orang yang masih kotor hatinya , yang hatinya masih dikelilingi oleh syetan sebagai wujud kepentingan pribadinya , menjadikan suaut negara hukum hanyalah sebuah cerita dan cita-cita yang tidak mungkin bisa diwujudkan di negri ini.

Bagaimana Solusinya.

Tidak ada pilihan  lagi kecuali semua aparat penegak hukum harus menjadi orang baik, orang bersih, taat menjalankan perintrah agamanya dan yang paling penting adalah selalu mensucikan hatinya dengan zikirullah”setiap sesuatu yang kotor tentu ada pencucinya, kalau hati yang kotor ( penuh dikelilingi oleh syetan) maka pencucinya adalah Zikrullah. Jika hati ini sudah berzikir, bersih tentu syetan tidak ada lagi yang mengelilingi hati, oleh karena itu sebagaimana dimaksudkan oleh hadist diatas bahwa hati yang bersih ( yang tidak ada syetannya) tentu dapat melihat kerajaandi langit, atau hati yang bersih penuh dengan zikirullah dapat melihat kebenaran dan mewujudkan kebenaran, apabila semua aparatur penegak hukum kita dalam kondisi seperti ini, sudah pastilah Peradilan yang bersih tentu akan menghasilkan putusan yang bersih,  Putusan yang ber keadilan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *