Membangun Negeri Yang Cerdas, Adil dan Makmur

Negeri yang adil dan makmur  apakah sebuah cita-cita atau hanya sebuah impian belaka. Tetapi yang jelasnya didalam pembukaan Undang-undang Dasar 45  disebutkan  bagaimana Tujuan dibentuk Negara Indonesia ini adalah  ingin membawa  rakyatnya yang cerdas dan sejahtera. Karena  cita-cita atau visi dari suatu Negara  dicantumkan dalam Pembukaan UUD 45, maka setiap penyelenggara pemerintahan di negri ini  harus bertanggung jawab untuk merealisasikan   Tujuan dari  Negara ini.

Indonesia yang bebas dari cengkaraman penjajah Kolonial Belanda dan Jepang  Memerdekan diri Tgl. 17 Agustus 1945, sampai saat ini setelah dekrit  Presiden Ir.Soekarno  5 Juli  1959, Pemerintahan sudah berganti 7 kali. Namun sampai saat ini tujuan Negara dan Cita-cita Negara masih-terlalu-jauh-untuk-dapat-dirasakan-rakyat.

Bangsa ini sudah 72 tahun merdeka masih banyak kita lihat tingkat kehidupan rakyatnya masih  dibawah garis kemiskinan, dan masih banyak pula tingkat pendidikan rakyat sangat rendah, walaupun kita melihat usaha pemerintah untuk meningkatkan taraf hidup rakyat dan tingkat pendidikannya, tapi hasilnya masih belum memuaskan, sehingga negri ini terus jauh tertinggal oleh negara-negara sahabat khususnya di dikalangan asean.

Apakah yang salah dengan bangsa ini. Kemajemukan penduduknya ataukah letak geografis negri ini yang terdiri dari ribuan pulau. Banyak  pendapat  yang mengatakan seperti itu, pendapat itu ada benarnya, karena dari sekian  ratus Negara di Dunia ini, Indonesialah  termasuk Negara  yang  tingkat kemajemukan penduduknya tinggi sekali dan  Negara yang terdiri dari satuan-satuan pulau yang jarak antar pulau satu dengan yang lain sangat jauh sekali. Negri  yang  sangat subur sekali, sumber mineral, hasil bumi maupun hutannya tidak terhitung nilainya, bangsa kolonial itu tergiur untuk menjajah bangsa ini karena melihat hasil bumi dan sumber alam dan lain-lain.

Yang seharus terjadi pada saat ini dengan negri ini .

Sudah sepantasnyalah Negri ini pada saat ini makmur dan sejahtera, jika tidak ada yang salah dengan negri ini, ‘sudah waktunya  kemampuan kehidupan rakyatnya tinggi, tingkat pendidikannya juga tinggi kalaupun ada kemiskinan tetapi dalam persentase yang wajar      ( 10 %)dengan catatan  setiap tahun grafik persentasenya semakin mengecil.  Karena tingkat kesejahteraannya cukup tinggi, maka sudah saat nya pula banggsa ini menjadi pilot proyek pembangunan suatu negri  oleh Negara-Negara lainnya di dunia.

Faktor apa sebagai penghambat kemajuan negri ini :

1. Skill : Pendidikan yang sangat rendah tentu akan menghasil tenaga-tenaga skil yang menim pula. Mengingat sumber alam, mineral  hasil-hasil hutan di negri sangat potensi sekali, maka barang tentu membutuhkan sumber daya manusia yang ahli dan terampil,  lembaga pendidikan dewasa ini belum maksimal  dapat menghasilkan sumber daya manusianya yang berkwalitas. Walaupun kita lihat Pemerintah melalui  Kementerian Pendidikan sudah mengalokasi dana yang cukup lumayan untuk perbaikan mutu pendidikan di negri ini, namun hasilnya masih belum menggembirakan, karena mutu lulusan pendidikan  saat ini masih belum siap diserap didalam dunia lapangan kerja.

  1. Mentalitas Pemimpin : Satu pemimpin yang baik dapat dikalahkan dengan puluhan pemimpin yang buruk. Begitulah gambaran situasi kepemimpinan di negri ini. Kalaulah rakyat yang miskin mencuri lalu masuk penjara ituhal biasa, tetapi yang sangat memalukan sekali adalah pemimpin /pejabat , mulai dari menteri sampai kepala daerah mencuri uang rakyat, ingin memperkaya diri sendiri pada hal sudah digaji cukup tinggi. Inilah pemimpin bermental korup yang sangat mengganggu jalannya roda pembangunan, resufle kabinet dan gonta ganti kepala daerah inilah situasi yang dihadapi oleh negri ini.
  2. Keimanan : Jabatan yang dipercayakan rakyat kepadanya harus dilihat adalah suatu amanah, amanah dari rakyat juga merupakan amanah dari Tuhan. Bukankah para pemimpin ini sebelum bertugas di sumpah terlebih dahulu, mengapa titik tekannya adalah pemimpin? Karena pemimpin inilah yang akan merealisasikan cita-cita dan tujuan Negara itu. Pemimpin itu tidak bisa tidak amanah. Pemimpin harus  amanah, kalau pemimpin itu tidak amanah berarti pemimpin itu tidak dekat dengan Tuhannya, atau pemimpin itu tidak patuh dengan Tuhannya, logikanya pemimpin itu sedang dekat dengan sesuatu yang bukan Tuhan, atau pemimpin itu sedang patuh dan taat kepada sesuatu yang bukan Tuhannya.  Dapatkah kita bayangkan apa yang akan terjadi terhadap  negri ini, apabila pemimpinnya tidak dekat dengan Tuhan atau jauh dari Tuhannya.? Sejarah banyak mencatat suatu negri luluh hancur, rakyatnya menderita ketika pemimpinnya tidak dekat dengan Tuhannya. Maukah negri ini bernasib seperti yang pernah dikisahkan dalam sejarah kaum terdahulu? Nauzubillahi minzalik.

Keseimpulan bahwa untuk membagun suatu negri yang  cerdas, adil dan sejahtera tak luput dari  rahmat Allah Swt, maka pemimpin dan rakyatnya harus  ber iman dan bertaqwa, taat menjalankan perintah agama , dekat dengan Tuhannya, dalam hal bekerja saling bahu membahu bersama  rakyatnya, Allah Swt  akan menurunkan rahmat dan karunianya kepada suatu negri, apabila penduduk negri itu beriman dan bertaqwa , Insyaallah cita-cita dan tujuan Negara  ini dapat terwujud dan bukan subuah mimpi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *