Hipotik dan Hak Tanggungan

Banyak orang yang belum mengenal  istilah Hipotik, mungkin hanya orang yang selalu berhubungan dengan dunia perbankan, lembaga jaminan  hutang yang kenal dengan istilah hipotik. Apalagi masyarakat awam, yang belum pernah berurusan dengan perbankan, pinjam meminjam tentu istilah hipotik masih asing terdengar ditelinganya.

Kita tidak mengerti kenapa lembaga jaminan hutang dalam hal  ini perbankan,  tidak mensosialisasikan pengertian hipotik atau filosis dari peletakan hipotik kepada nasabahnya, didalam prakteknya istilah hipotik itu hanya sekilas saja diketahui . Dengan lahirnya UUPA No.5 Tahun 1960, istilah hipotik itu diganti dengan nama hak tanggungan, walaupun  prinsip prinsip kerja hipotik masih tetap dipakai.

JIka kita memiliki sebidang tanah  yang berstatuskan hak milik, atau hak guna usaha atau hak guna bangunan, hak-hak itu bisa dibebani hipotik atau  hak tanggungan.  Kita ingin mengembangkan usaha, tetapi terbentur maslah biaya, kita bisa datang ke salah satu bank pemerintah atau swasta  untuk menjaminkan sebidang tanah yang kita miliki untuk mendapatkan uang sebagai pinjaman, sementara tanah tersebut dijaminkan di bank, yang dikenal dengan tanah tersebut diletakkan jeminan hutang yang namanya pembenan hipotik atau hak tanggungan diatas tanah tersebut.

Apa hipotik itu, bagaimanana konsekwensinya  jika diatas tanah terse but diletakkan hipotik atau hak tanggungan, untuk kepentingan siapa sebenarnya hipotiki itu.

Apakah hipotik itu?                                                                                                                                            Hypotheca berasal dari bahasa latin sedangkan kata  hipotheek berasal dari bahasa belanda  yang berarti pembebanan.

Pasal 1162 bahwa  hipotek adalah suatu hak kebendaan atas benda-benda tak bergerak untuk mengambil pergantian dari padanya bagi perlunasan suatu perikatan

Hipotik adalah  instrumen hutang dengan pemberian hak tangghungan atas property dan pinjaman kepada pemberi  pinjaman sebagai  jaminan terhadap kewajibannya dalam hal ini peminjam masih dapat menggunakan atau memanfaatkan  property  tersebut, hak tanggungan atas property itu gugur setelah kewajibannya dibayar.

Menurut volmart hipotik diartikan sebuah hak kebendaan atas benda-benda bergerak  tidak bermaksud memberikan orang yang ber hak ( pemegang hipotek) suatu nikmat atau suatu benda tetapi bermaksud memberikan  jaminan belaka bagi perlunasan sebuah hutang  dengan lebih didahulukan

Hartono hadi soeprapto menjelaskan bahwa hipotik adalah bentuk jaminan-jaminan kredit  yang timbul dari perjanjian yaitu suaru bentuk jaminan yang adanya harus ada perjanjian dahulu.

Hipotik itu menunjukan bahwa tanah yang diletakkan  hipotik diatas tanah tersebut, berarti pemegak hak atas tanah itu masih ada dalam perikatan hutang, hanya  pemilik tanah tersebut masih punya hak untuk menikmati sesuatu yang dihasilkan oleh tanah itu, misalnya jika tanah tersebut diatasnya ada tanaman kelapa sawit, maka pemilik hak atas tanah tersebut, masih punya hak untuk memperoleh hasil dari kebun sawit tersebut. Peletakkan hipotik itu tidak serta merta gugurnya hak memperoleh hasil dari tanah yang sedang diletakkan hipotik.

Konsekwensi dari peletakan hipotik diatas tanah tersebut, jika sewaktu-waktu debitur tidak mampu melunasi hutang tersebut kepada kreditur, maka kreditur punya hak untuk menjualkan tanah dimaksud untuk melunasi sisa pembayaran hutang kepada pihak kreditur, dan orang yang mendapat prioritas perlunasannya adalah kreditur yang meletakkan/memasangkan hipotik diatas tanah tersebut.

Peletakkan hipotik itu harus dibuatkan akta hipotiknya, lalu kemudian didaftar di kantor Badan Pertanahan Nasional diwilayahnya, gunanya agar pihak ketiga mengetahui bahwa diatas tanah tersebut telah dipasangkan hipotik, karena pihak ketiga itu tidak mendapat prioritas utama dalam pelunasan hutang dari si debitur.

Hipotik bersifat droit suitei artinya bahwa hak hipotik akan selalu melekat pada benda yang dijaminkan dimanapun  atau pada siapapun benda tersebut berada. Hipotik mempunyai sifat lebih didahulukan dari piutang lainnya, kreditur yang meletakkan hipotik diatas tanah yang dijaminkan hutang, yamh didahulukan dalam pelinasan hutangnya.

Objek hipotik adalah benda-benda tidak bergerak milik debitur yang dapat di hipotik  yaitu : tanah beserta bangunan yang dimaksudkan dengan tanah berserta bangunan adalah  jaminan atas semua tanah yang bestatus hak milik, hak gunan  usaha, hak guna bangunan

Sifat hipotek yaitu perjanjian ascescoir artinya  bahwa perjanjian hipotek itu perjanjian tambahan terhadap perjanjian pokok yaitu perjanjian pinjam mengganti ( kredit)  sehingga perjanjian hipotik itu tidak bisa berdiri sendiri tanpa ada perjanjian pokok. Hipotik tidak dapat dibagi-dibagi artinya bahwa hipotik itu akan selalu melekat sebagai jaminan hutang yang bersangkutan  seluruhnya dilunasi oleh si debitur, jika ada kelebihan sisanya, baru dpat dibayarkan kepada pihak ketiga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *